Jumat, 27 Agustus 2010

PENDEKATAN HOLISTIK UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI GURU

Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi guru telah dilakukan baik oleh pemerintah pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama, pemerintah daerah serta dari pihak masyarakat. Pembiayaan untuk berbagai kegiatan tersebut berasal dari APBN, APBD, bantuan teknis dari luar
negeri serta dari swadaya masyarakat. Pengkajian menemukan keragaman dalam pendekatan penyelenggaraan pembinaan kompetensi tersebut dan keragaman indikator kompetensi yang dijadikan sasaran atau ukuran.
Usaha peningkatan kompetensi guru yang dilakukan secara holistik atau komprehensif dan berkelanjutan cenderung akan menghasilkan guru-guru yang kompeten yang pada akhirnya akan menghasilkan mutu pendidikan yang meningkat.
Pendekatan holistik tersebut meliputi sekurangnya dua dimensi, yaitu dimensi orang yang terlibat dan dimensi isi. Dimensi orang yang terlibat adalah pendekatan yang melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) sekolah di lapangan, termasuk unsur Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, Guru dan Komite Sekolah yang tergabung dalam satuan terkecil, yaitu satu gugus sekolah.
dimensi isi pendekatan holistik itu perlu meliputi semua komponen atau unsur yang diperlukan untuk mewujutkan kompetensi dalam proses pembelajaran secara keseluruhan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kompetensi dipahami dan dilaksanakan oleh guru secara berbeda-beda. Perbedaan penafsiran atas makna kompetensi, serta kadar kompetensi nampaknya dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya : status sekolah seperti binaan proyek dan non-binaan, kebijakan Dinas Pendidikan setempat, kategori sekolah (unggulan dan non-unggulan), lingkungan sekolah, motivasi guru dan keterbatasan pengetahuan guru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar