Rabu, 21 November 2012

AKSES SITUS ESEK-ESEK DAN PORNO

peringatan conten filtering situs porno
peringatan conten filtering situs porno
Sedikit Teori Konspirasi, pikiran kotor dan pengisi waktu luang tanpa pikir panjang.

Beberapa tahun terakhir Indonesia yang diwakili Kementrian Telekomunikasi dan Informasi bekerjasama dengan PT Telkom, Trust, Internet Sehat dan ... dst. gecar memblokir berbagai situs yang berbau (ber-content, red) porno, perjudian, rasis, dan pelecehan.
Hal ini menghembuskan angin segar kepada para "neter putih" yang mendukung jalan lurus dalam penggunaan dan pemanfaatan content sebuah situs.
Belakangan diketahui, tampaknya filter yang diterapkan oleh pemblokir itu menjadi bolong tidak karuan.
Apakah karena keterbatasan proyek bersama tersebut(?) atau karena naiknya biaya operasional filtering(?) hal itu masih belum jelas. Yang jelas kepentingan bisnis berbagai pihak disini sangat kentara dan kental.
Setelah Nawala disuntik dana untuk pengadaan server ratusan juta rupiah guna filtering content situs internet, menunjukan bahwa PT Telkom sebagai ISP terbesar di Indonesia tidak cukup serius atau tidak becus melakukan filtering content situs internet dan secara implisit tersirat bahwa PT Telkom (Staff IT, red) tidak mempunyai kemampuan dalam hal filtering content situs internet dan proyekpun berpindah kepada Nawala yang notabene hanya merupakan sebuah asosiasi terbatas. Sangat miris.

Sekarang... hampir 90% situs yang tadinya di blok ISP malah menjadi seperti sebelumnya, bebas tanpa hambatan dan embel-embel dari ISP Indonesia itu.
Silakan dicoba... paling gampang mengaskses situs internet berbau porno yang telah mendunia, itung-itung "iseng-iseng berhadiah".
Bagi penyedia ISP, apa yang diutarakan di atas jangan dianggap melecehkan atau mendiskreditkan, tetapi gunakan sebagai kontrol dan introspeksi untuk memperbaiki kredibilitas yang sudah sedemikian hancur lebuuurrrrr.
Yang paling ampuh adalah memberikan filter kepada anak-anak kita tentang sesuatu yang salah dan benar sehingga tidak diperlukan infrastruktur yang mubazir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar