Tampilkan postingan dengan label sheef. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sheef. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Maret 2009

Penerapan Teknik Budidaya dengan Tampilan Domba Garut Tipe Tangkas dan Tipe Pedaging di Kabupaten Garut

TATI ROHAYATI. 2009. Hubungan antara Penerapan Teknik Budidaya dengan Tampilan Domba Garut Tipe Tangkas dan Tipe Pedaging di Kabupaten Garut. Dibawah bimbingan DJONI dan ENOK SUMARSIH.

ABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan teknik budidaya dengan tampilan domba garut tipe tangkas dan tipe pedaging di Kabupaten Garut. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Cisurupan sebagai sentra peternakan domba garut tipe tangkas, dan di Kecamatan Wanaraja sebagai sentra peternakan domba garut tipe pedaging. Penelitian berlangsung selama tiga bulan, mulai dari Bulan Agustus sampai Bulan Oktober 2008.
Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai. Data yang diperoleh berasal dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu teknik angket dan teknik wawancara. Penentuan sampel penelitian menggunakan metode pengambilan sampel bertahap (two stage sampling), dengan unit analisis yang diteliti adalah Kabupaten Garut. Pengambilan sampel tahap pertama adalah menentukan kecamatan yang dianggap mewakili satuan analisis dilakukan secara sengaja atau purposive Tahap kedua adalah penentuan responden dari tiap kelompok tani yang ditentukan secara proportional random sampling.
Data yang diperoleh dalam penelitian selanjutnya dianalisis dengan metode pemahaman (Verstehen). Untuk variabel penelitian yang dapat diboboti, digunakan nilai tertimbang. Untuk mengetahui hubungan antara penerapan teknik budidaya dengan tampilan domba garut tipe tangkas dan tipe pedaging, secara simultan dianalisis dengan menggunakan Uji Korelasi Kendall W dan secara parsial dianalisis dengan menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan teknik budidaya pada peternakan domba garut tipe tangkas mendapatkan skor rata-rata 81 dari nilai maksimal 102 (79,41 persen) berada pada ketegori baik, sedangkan pada peternakan domba garut tipe pedaging mendapatkan skor rata-rata 71 dari nilai maksimal 102 (69,60 persen) berada pada kategori cukup. Berat badan domba garut tipe tangkas jantan berada pada kategori baik, berat badan domba garut betina tipe tangkas dan tipe pedaging berada pada kategori cukup, sedangkan berat badan domba garut tipe pedaging jantan berada pada kategori kurang.
Hasil analisis secara simultan menunjukkan terdapat hubungan yang sangat nyata antara penerapan teknik budidaya dengan berat badan domba garut tipe tangkas dan tipe pedaging, baik jantan maupun betina. Secara parsial terdapat hubungan yang sangat nyata antara perkandangan, tatalaksana pemeliharaan, pengelolaan reproduksi, dan panen, pascapanen dan pemasaran dengan berat badan domba garut tipe tangkas jantan; tatalaksana pemeliharaan dan panen, pascapanen dan pemasaran dengan berat badan domba garut tipe tangkas betina; panen, pascapanen dan pemasaran dengan berat badan domba garut tipe pedaging jantan, serta perkandangan dengan berat badan domba garut tipe pedaging betina